Pengertian Sejarah
Apakah yang dimaksud dengan sejarah? Pengertian sejarah secara umum adalah peristiwa yang telah terjadi di masa lampau. Arti sejarah pun memiliki makna yang luas meliputi unsur dan ciri-ciri tertentu.
Adapun ruang lingkup sejarah dapat dibagi menjadi empat, yakni sejarah sebagai peristiwa, sejarah sebagai ilmu, sejarah sebagai kisah dan sejarah sebagai seni. Keempatnya memiliki definisi dan makna masing-masing yang menjadi pembahasan ilmu sejarah itu sendiri.
Sebagai manusia, tentu kita harus belajar dari sejarah. Ada banyak kejadian di masa lampau yang bisa kita jadikan referensi agar menjadi lebih baik lagi di masa depan. Kita juga harus belajar dari kesalahan di masa lalu agar tidak mengulangi lagi hal serupa.
Banyak para sejarawan dan ahli di seluruh dunia yang meneliti tentang sejarah, baik ahli Indonesia atau dari luar negeri. Studi sejarah pun dimaksudkan untuk mengetahui hal-hal di masa lalu yang menjadi manfaat sejarah yang paling utama.
Tiap ahli juga memiliki pendapat berbeda terkait definisi dan pengertian ilmu sejarah. Meski secara umum tidak saling berbenturan, namun para ahli ini memiliki pandangan masing-masing mengenai apa itu sejarah di mata mereka.
Pengertian Sejarah
Di bawah ini akan dijelaskan pengertian sejarah secara lengkap, baik pengertian sejarah menurut para ahli maupun secara umum.
Pengertian Sejarah Secara Umum
Berikut merupakan arti sejarah secara umum menurut KBBI, Ensiklopedi, Wikipedia serta menurut etimologi dan menurut bahasa.
Menurut KBBI
Pengertian sejarah menurut KBBI (Kamus Besar Bahasa Indonesia) adalah :
1) asal-usul (keturunan) silsilah
2) kejadian dan peristiwa yang benar-benar terjadi pada masa lampau (riwayat)
3) pengetahuan atau uraian tentang peristiwa dan kejadian yang benar-benar terjadi dalam masa lampau (ilmu sejarah)
Menurut Ensiklopedi
Pengertian sejarah menurut Ensiklopedi adalah ilmu yang digunakan untuk mempelajari peristiwa penting masa lalu manusia. Pengetahuan sejarah meliputi pengetahuan akan kejadian-kejadian yang sudah lampau serta pengetahuan akan cara berpikir secara historis.
Menurut Wikipedia
Definisi sejarah menurut Wikipedia adalah suatu kajian tentang masa lampau, khususnya bagaimana kaitannya dengan manusia.
Menurut Etimologi
Pengertian sejarah secara etimologi berasal dari kata Arab yaitu sajaratunyang berarti pohon. Dalam bahasa Arab sendiri, sejarah disebut tarikh yang berarti waktu atau penanggalan.
Kata Sejarah lebih dekat pada bahasa Yunani yaitu historia yang berarti ilmu atau orang pandai. Kemudian dalam bahasa Inggris berubah menjadi history yang berarti masa lalu manusia. Kata lain yang mendekati acuan tersebut adalah geschichte dalam bahasa Jerman yang berarti sudah terjadi.
Menurut Bahasa
Dari pengertian sejarah secara etimolgi di atas, bisa diartikan pengertian sejarah menurut bahasa adalah sebagai berikut:
1) Bahasa Inggris, kata sejarah (History) sendiri berasal dari kata Historia yang mempunyai arti masa lampau.
2) Bahasa Arab, kata sejarah disebut sajaratun (syajaroh) yang memiliki arti pohon dan keturunan, maksudnya pada saat membaca silsilah raja akan tampak seperti pohon dari yang terkecil hingga berkembang menjadi besar, maka sejarah diartikan sebagai silsilah keturunan para raja yang memiliki arti peristiwa pemerintahan keluarga raja yang ada pada masa lampau.
3) Bahasa Yunani, kata sejarah disebut istoria yang memiliki arti belajar. Sehingga sejarah ialah suatu ilmu pengetahuan yang membahas tentang peristiwa, kejadian yang pernah terjadi pada masa lampau dalam kehidupan manusia.
4) Bahasa Jerman, kata sejarah disebut geschichte yang memiliki arti sesuatu yang telah terjadi di masa lampau kehidupan manusia.
Pengertian Sejarah Menurut Para Ahli
Berikut merupakan pengertian sejarah menurut para ahli, baik ahli dalam negeri maupun ahli dari luar negeri, termasuk sejarawan di masa lalu.
Menurut Muhammad Yamin
Pengertian sejarah menurut Muhammad Yamin adalah ilmu pengetahuan yang disusun atas hasil penyelidikan beberapa peristiwa yang dapat dibuktikan dengan bahan kenyataan
Menurut Moh. Hatta
Pengertian sejarah menurut Moh. Hatta adalah dalam wujudnya tentang masa lampau. Sejarah bukan sekadar melahirkan kriteria dari kejadian di masa lalu, tetapi pemahaman masa lampau yang mengandung berbagai dinamika, mungkin berisi problematik pelajaran bagi manusia berikutnya.
Menurut Moh. Ali
Pengertian sejarah menurut Moh. Ali bahwa sejarah merupakan keseluruhan perubahan dan kejadian-kejadian yang benar-benar telah terjadi. Sejarah adalah ilmu yang menyelidiki perubahan-perubahan yang benar-benar terjadi di masa lampau.
Menurut Kuntowijoyo
Pengertian sejarah menurut Kuntowijoyo adalah hal-hal yang menyuguhkan fakta secara diakronis, ideografis, unik, dan empiris.
1) Sejarah bersifat diakronis karena berhubungan dengan waktu.
2) Sejarah bersifat ideografis karena sejarah menggambarkan dan menceritakan sesuatu.
3) Sejarah bersifat unik karena berisi hasil penelitian tentang hal unik.
4) Sejarah bersifat empiris artinya sejarah bersandar pada pengalaman manusia yang sungguh-sungguh.
Menurut Rochiati Wiriatmaja
Pengertian sejarah menurut Rochiati Wiriatmadja bahwa sejarah adalah disiplin ilmu yang menjanjikan etika, moral, kebijaksanaan, nilai-nilai spritual dan kultural karena kajiannya yang bersifat memberikan pedoman kepada keseimbangan hidup, harmoni dalam nilai-nilai, keteladanan dalam keberhasilan dan kegagalan dan cerminan pengalaman kolektif yang menjadi kompas untuk kehidupan masa depan.
Menurut Nugroho Notosusanto
Menurut Nugroho Notosusanto, pengertian sejarah adalah peristiwa-peristiwa yang menyangkut manusia sebagai makhluk bermasyarakat yang terjadi di masa lampau.
Menurut Taufik Abdullah
Pengertian sejarah menurut Taufik Abdullah adalah tindakan manusia dalam jangka waktu tertentu di masa lampau yang dilakukan di tempat tertentu.
Menurut Roeslan Abdulgani
Menurut Roeslan Abdulgani bahwa ilmu sejarah adalah salah satu cabang ilmu pengetahuan yang meneliti dan menyelidiki secara sistematis keseluruhan perkembangan masyarakat serta kemanusiaan di masa lampau beserta kejadian-kejadian dengan maksud untuk kemudian menilai secara kritis seluruh hasil penelitiannya tersebut, untuk selanjutnya dijadikan perbendaharaan pedoman bagi penilaian dan penentuan keadaan sekarang serta arah proses masa depan.
Menurut Sartono Kartodirdjo
Pengertian sejarah menurut Sartono Kartodirdjo merupakan bentuk penggambaran pengalaman kolektif di masa lalu, dan untuk mengungkapnya dapat melalui aktualisasi dan penetasan pengalaman masa lalu. Menceritakan suatu kejadian adalah cara membuat hadirnya kembali peristiwa tersebut dengan cara pengungkapan verbal.
Menurut W. J. S. Poerwadarminta
Pengertian sejarah menurut W. J. S. Poerwadarminta dibahas dalam buku berjudul Kamus Umum Bahasa Indonesia, dimana arti sejarah dapat diartikan sebagai :
1) Silsilah atau asal-usul.
2) Kejadian atau peristiwa yang benar-benar terjadi pada masa lampau.
3) Ilmu, pengetahuan, cerita pelajaran tentang kejadian atau peristiwa yang benar-benar telah terjadi.
Menurut Drs. Sidi Gazalba
Definisi sejarah menurut Drs. Sidi Gazalba adalah masa lalu manusia dan seputarnya yang disusun secara ilmiah dan lengkap meliputi urutan fakta masa tersebut dengan tafsiran dan penjelasan yang memberi pengertian dan pemahaman tentang apa yang berlaku.
Menurut Ismaun
Arti sejarah menurut Ismaun adalah suatu ilmu pengetahuan tentang kisah mengenai peristiwa-peristiwa yang benar-benar telah terjadi atau berlangsung dalam segala aspeknya di masa lampau. Sejarah merupakan catatan atau rekaman pilihan yang disusun secara teliti tentang segala aspek kehidupan umat manusia di masa lampau.
Menurut Ibnu Khaldun
Pengertian sejarah menurut Ibnu Khaldun didefinisikan sebagai catatan tentang masyarakat umum manusia atau peradaban manusia yang terjadi pada watak/sifat masyarakat itu.
Menurut Aristoteles
Pengertian sejarah menurut Aristoteles merupakan satu sistem yang meneliti suatu kejadian sejak awal tersusun dalam bentuk kronologi. Sejarah adalah peristiwa-peristiwa masa lalu yang mempunyai catatan, record-record atau bukti-bukti yang konkrit.
Menurut Leopold Von Ranke
Menurut Leopald Von Ranke, definisi dan pengertian sejarah sangat sederhana yaitu hal-hal yang sungguh-sungguh terjadi.
Menurut Benedetto Croce
Sejarah menurut Benedetto Croce merupakan rekaman kreasi jiwa manusia di semua bidang baik teoritikal maupun praktikal. Kreasi spiritual ini senantiasa lahir dalam hati dan pikiran manusia jenius, budayawan, pemikir yang mengutamakan tindakan dan pemburu agama.
Menurut J. V. Bryce
Definisi sejarah menurut J. V. Bryce adalah sebuah catatan dari apa yang telah dipikirkan, dikatakan, dan diperbuat oleh manusia.
Menurut W. H. Walsh
Arti sejarah menurut W.H. Walsh yang mengartikan sejarah itu menitikberatkan pada pencatatan yang berarti dan penting saja bagi manusia yang meliputi tindakan-tindakan dan pengalaman-pengalaman manusia di masa lampau pada hal-hal yang penting sehingga meurpakan cerita yang berarti.
Menurut J. Bank
Sejarah adalah semua kejadian/peristiwa masa lampau. Sejarah dapat membantu para siswa untuk memahami perilaku manusia pada masa yang lampau, masa sekarang dan masa yang akan datang. Semua kejadian yang dimaksud dalam pendapat tersebut adalah kejadian atau peristiwa yang berkaitan dengan manusia. Dalam kejadian atau peristiwa tersebut terdapat bagaimana manusia berperilaku.
Menurut Muthahhari
Menurut Muthahhari, ada tiga cara untuk mendefinisikan sejarah dan ada tiga disiplin kesejarahan yang saling berkaitan yaitu:
1) Sejarah tradisional yaitu pengetahuan tentang kejadian-kejadian, peristiwa-peristiwa dan keadaan-keadaan kemanusiaan di masa lampau dalam kaitannya dengan keadaan-keadaan masa kini.
2) Sejarah ilmiah yaitu pengetahuan tentang hukum-hukum yang tampak menguasai kehidupan masa lampau yang diperoleh melalui pendekatan dan analisis atas peristiwa-peristiwa masa lampau.
3) Filsafat sejarah yaitu pengetahuan tentang perubahan-perubahan bertahap yang membawa masyarakat dari satu tahap ke tahap lain, ia membahas hukum-hukum yang menguasai perubahan-perubahan ini. Dengan kata lain, ia adalah ilmu tentang menjadi masyarakat, bukan tentang mewujudnya saja.
Menurut Gustafson
Sejarah menurut Gustafson merupakan puncak gunung pengetahuan manusia dari mana perbuatan generasi kita mungkin direkam dan dipasang ke dalam dimensi yang tepat.
Menurut Abramiwitz
Pengertian sejarah menurut Abramiwitz dapat diartikan sebagai suatu runtutan peristiwa yang telah terjadi pada sebuah kejadian.
Menurut Shefer
Pengertian sejarah menurut Shefer dapat diartikan sebagai sebuah peristiwa yang telah lalu dan memang benar-benar terjadi.
Menurut Thomas Carlyle
Pengertian sejarah menurut Thomas Carlyle merupakan sebuah peristiwa pada masa lampau yang mempelajari tentang biografi orang terkenal. Mereka merupakan seorang penyelamat pada zamannya. Mereka juga merupakan orang yang besar yang dicatat sebagai peletak dasar sejarah tersebut.
Menurut Bernheim
Sejarah menurut Bernheim adalah sebuah ilmu yang menelusuri serta menempatkan peristiwa-peristiwa tertentu dalam waktu dan ruang mengenai perkembangan manusia, baik secara perorangan maupun kolektif, sebagai makhluk sosial dalam hubungan sebab dan akibat, lahir maupun batin.
Menurut R. G. Collingwood
Pengertian sejarah menurut R. G. Collingwood adalah sebuah bentuk penyelidikan tentang hal-hal yang telah dilakukan oleh manusia pada masa lampau.
Menurut Patrick Gardiner
Pengertian sejarah menurut Patrick Gardiner bahwa arti sejarah adalah ilmu yang mempelajari apa yang telah diperbuat oleh manusia.
Menurut Herodotus
Pengertian sejarah menurut Herodotus yang dijuluki sebagai The Father of History, sejarah dapat diartikan sebagai satu kajian untuk menceritakan suatu perputaran jatuh bangunnya seseorang tokoh, masyarakat dan peradaban.
Menurut Wiliam H. Frederick
Menurut William H. Frederick, kata sejarah berasal dari bahasa Arab ‘syajaratun’ yang berarti pohon atau keturunan atau asal-usul. Dalam Bahasa Indonesia menjadi ‘sejarah’. Menurut kata syajarah atau sejarah berarti gambaran silsilah atau keturunan.
Menurut Norman E. Cantor
Sejarah menurut Norman E. Cantor adalah studi tentang apa yang diperbuat, dikatakan dan dipikirkan oleh manusia pada masa lalu.
Menurut Robin Winks
Menurut ahli Robin Winks, pengertian dari sejarah adalah sebuah studi tentang manusia dalam kehidupan bermasyarakat.
Menurut Henry Steele Commager
Sejarah menurut Henry Steele Commager merupakan rekaman keseluruhan tentang masa lampau kesusastraan hukum, bangunan, pranata sosial, agama, filsafat dan semua yang teringat dalam memori manusia.
Menurut Sunnal dan Haas
Menurut Sunnal dan Haas, sejarah adalah studi kronologis dengan menafsirkan dan mencari arti dari peristiwa dan berlalu metode sistematis untuk mengungkap kebenaran.
Menurut Edward Hallet Carr
Sejarah menurut Edward Hallet Carr adalah dialog yang tak pernah selesai antara masa sekarang dan masa lampau, suatu proses interaksi yang berkesinambungan antara sejarawan dan fakta-fakta yang dimilikinya.
Menurut Sir Charles Firth
Pengertian sejarah menurut Sir Charles Firth bahwa sejarah merekam kehidupan masyarakat manusia, perubahan masyarakat yang terus menerus, merekam ide-ide yang membatasi aksi-aksi masyarakat dan merekam kondisi-kondisi material yang telah membantu atau merintangi perkembangannya.
Ilmu sejarah menurut Karl Popper adalah ilmu pengetahuan yang tertarik pada peristiwa-peristiwa spesifik dan penjelasannya. Sejarah sering dideskripsikan sebagai peristiwa-peristiwa masa lalu sebagaimana peristiwa itu benar-benar terjadi secara aktual.
Menurut Rober V. Daniels
Menurut Robert V. Daniels, pengertian sejarah adalah kenangan dari tumpuan masa silam. Sejarah dimaksud dalam definisi sejarah manusia sebagai pelaku sejarah. Kemampuan yang dimiliki oleh manusia adalah kemampuan untuk menangkap kejadian-kejadian yang ada di sekelilingnya. Hasil tangkapan tersebut menjadi ingatan atau memori dalam dirinya yang akan menjadi sumber sejarah.
Menurut John Tosh
Definisi sejarah menurut John Tosh adalah memori kolektif, sumber pengalaman melalui pengembangan suatu rasa identitas sosial orang-orang dan prospek orang-orang tersebut di masa yang akan datang.
Menurut Henri Pirenne Iseorang
Sejarah menurut Henri Pirenne Iseorang dimaknai sebagai sebuah kisah mengenai berbagai peristiwa dan aktivitas manusia yang hidup dalam masyarakat.
Menurut Beverley Southgate
Arti sejarah menurut Beverley Southgate adalah suatu studi tentang masa lampau dimana suatu studi yang hasilnya secara ideal merupakan suatu penyajian masa lalu sebagaimana adanya. Hasil pembelajaran ini dapat juga bermanfaat sebagai pelajaran moral bagi manusia.
Menurut Jan Romein
Menurut Jan Romein, kata sejarah memiliki arti yang sama dengan kata history (bahasa Inggris) dan geschichte (bahasa Jerman) yaitu cerita tentang kejadian atau peristiwa yang terjadi pada masa lampau.
Menurut Costa
Sejarah menurut Costa dapat didefinisikan sebagai catatan keseluruhan pengalaman manusia. Pada hakikatnya sejarah merupakan catatan seluruh pengalaman, baik secara individu maupun kolektif bangsa dimana masa lalu tentang kehidupan umat manusia.
Menurut Ertis Stern
Sejarah versi Ertis Stern itu timbul dari suatu persoalan yang hidup dan bahkan melayani hidup masyarakat. Karena itu, sejarah akan berubah-ubah bersama dengan berubahnya waktu, harapan dan pemikiran rasa cemas yang tumbuh kemudian.
Menurut Cleveland
Sejarah menurut pendapat Cleveland dapat diartikan sebagai sebuah konsep yang akan dilihat untuk mengenali kehidupan manusia.
Asal-Usul Kata Sejarah
Kata sejarah berasal dari bahasa Arab, yaitu Syajaratun, yang berarti pohon. Pohon melukiskan pertumbuhan yang terus-menerus dari tanah (bumi) ke udara dengan berbagai macam organnya, yaitu batang, ranting, daun, akar, dan buah. Bagian-bagian dari pohon itu menunjukkan adanya aspek-aspek kehidupan yang saling berhubungan dimana terdapat dinamika yang bersifat aktif dan tidak pasif yang terus-menerus terjadi beriringan dengan waktu dan ruang dimana kehidupan itu ada. Adapun lambang pohon menunjukkan adanya suatu pertumbuhan dan perkembangan.
Selain istilah syajaratun yang berasal dari bahasa Arab, terdapat katakata Arab lainnya yang memiliki arti hampir sama dengan kata syajaratun, seperti silsilah, riwayat atau hikayat, kisah, dan tarikh. Istilah lainnya yang berasal dari kata asing yang sama dengan kata sejarah yaitu bahasa lnggris, sejarah, berarti history yang berarti masa lampau umat manusia atau kejadian-kejadian yang dibuat oleh alam. Asal-usul kata history dalam bahasa lnggris berawal dari bahasa Yunani kuno, yaitu historia yang artinya ilmu atau belajar dengan cara bertanya-tanya. Dalam perkembangan kemudian, kata historia berarti sesuatu yang telah terjadi. Istilah ini sama dengan kata geschichte, berasal dari kata geschehen, yang berarti terjadi; dan gechiedenis, berasal dari kata geschieden, yang berarti terjadi. Kata historia yang berasal dari bahasa latin tersebut masuk ke dalam bahasa-bahasa Eropa lainnya. Misalnya historie atau l’hisrorie dalam bahasa Prancis, history dalam bahasa Inggris, dan istorya dalam bahasa Rusia.
Dalam bahasa Belanda ada istilah gesciedenis yang mengandung makna kejadian-kejadian yang telah dibuat oleh manusia. Sedangkan dalam bahasa Jerman terdapat istilah geschichte yang artinya sesuatu yang telah terjadi. Dalam masyarakat di berbagai daerah juga dikenal istilah¬ istilah yang merujuk pada pengertian sejarah seperti silsilah, riwayat, hikayat, tambo, dan babad.
Menurut filsuf Yunani Aristoteles, historia berarti pertelaan sistematis mengenai seperangkat alam, tanpa mempersoalkan susunan kronologis. Dalam perkembangannya, istilah history sama dengan istilah scientia yang artinya pertelaan sistematis nonkronologis tentang gejala alam. Adapun historia lebih diartikan sebagai pertelaan mengenai gejala-gejala (terutama hal ihwal manusia) dalam urutan kronologis. Dengan demikian, istilah history pada mulanya bukanlah berarti sejarah dalam pengertian sekarang, tetapi lebih dekat sebagai ilmu pengetahuan atau sains.
Pengertian Ilmu Pengetahuan Sosial
Ilmu Pengetahuan Sosial atau social studies merupakan pengetahuan mengenai segala sesuatu yang berhubungan dengan kehidupan manusia, dimulai dari kehidupan hubungan komunikasi, kemasyarakatan, politik, budaya, ekonomi dan lain lain. di Indonesia pelajaran ilmu pengetauan sosial disesuaikan dengan berbagai kondisi sosial yang berkembang di masyarakat. Kajian tentang masyarakat dalam IPS dapat dilakukan dalam lingkungan yang terbatas, yaitu lingkungan sekitar sekolah atau siswa dan siswi atau dalam lingkungan yang luas, yaitu lingkungan negara lain, baik yang ada di masa sekarang maupun di masa lampau. Dengan demikian siswa dan siswi yang mempelajari IPS dapat menghayati masa sekarang dengan dibekali pengetahuan tentang masa lampau umat manusia. Untuk lebih memahami pengertian Ilmu Pengetahuan Sosial, mari kita lihat pengertian dari beberapa ahli:
1. Somantri (Sapriya:2008:9) menyatakan IPS adalah penyederhanaan atau disiplin ilmu ilmu sosial humaniora serta kegiatan dasar manusia yang diorganisasikan dan disajikan secara ilmiah dan pedagogis/psikologis untuk tujuan pendidikan.
2. Mulyono Tj. (1980:8) berpendapat bahwa IPS adalah suatu pendekatan interdisipliner (inter-disciplinary approach) dari pelajaran ilmu-ilmu soial, seperti sosiologi antropologi budaya, psikologi sosial,sejarah, geografi, ekonomi, politik, dan sebagainya.
3. Saidiharjo (1996:4) menyatakan bahwa IPS merupakan kombinasi atau hasil pemfusian atau perpaduan dari sejumlah mata pelajaran seperti:geografi, ekonomi, sejarah,sosiologi,politik
4. Moeljono Cokrodikardjo mengemukakan bahwa IPS adalah perwujudan dari suatu pendekatan interdisipliner dari ilmu sosial. Ia merupakan integrasi dari berbagai cabang ilmu sosial yakni sosiologi, antropologi budaya, psikologi, sejarah, geografi, ekonomi, ilmu politik dan ekologi manusia, yang diformulasikan untuk tujuan instruksional dengan materi dan tujuan yang disederhanakan agar mudah dipelajari.
5. Nu’man Soemantri menyatakan bahwa IPS merupakan pelajaran ilmu-ilmu sosial yang disederhanakan untuk pendidikan tingkat SD, SLTP, dan SLTA. Penyederhanaan mengandung arti:
a) menurunkan tingkat kesukaran ilmu-ilmu sosial yang biasanya dipelajari di universitas menjadi pelajaran yang sesuai dengan kematangan berfikir siswa siswi sekolah dasar dan lanjutan,
b) mempertautkan dan memadukan bahan aneka cabang ilmu-ilmu sosial dan kehidupan masyarakat sehingga menjadi pelajaran yang mudah dicerna.
6. S. Nasution mendefinisikan IPS sebagai pelajaran yang merupakan fusi atau paduan sejumlah mata pelajaran sosial. Dinyatakan bahwa IPS merupakan bagian kurikulum sekolah yang berhubungan dengan peran manusia dalam masyarakat yang terdiri atas berbagai subjek sejarah,ekonomi, geografi, sosiologi, antropologi, dan psikologi sosial.
7. Tim IKIP Surabaya mengemukakan bahwa IPS merupakan bidang studi yang menghormati, mempelajari, mengolah, dan membahas hal-hal yang berhubungan dengan masalah-masalah human relationship hingga benarbenar dapat dipahami dan diperoleh pemecahannya. Penyajiannya harus merupakan bentuk yang terpadu dari berbagai ilmu sosial yang telah terpilih, kemudian disederhanakan sesuai dengan kepentingan sekolah sekolah.
8. Hidayati (2008:7) mengatakan bahwa Ilmu Pengetahuan Sosial merupakan suatu pendekatan interdisipliner dari pelajaran Ilmu-ilmu sosial, seperti sosiologi, antropologi budaya, psikologi sosial, sejarah, geografi, ekonomi, ilmu politik, dan sebagainya.
8. Hidayati (2008:7) mengatakan bahwa Ilmu Pengetahuan Sosial merupakan suatu pendekatan interdisipliner dari pelajaran Ilmu-ilmu sosial, seperti sosiologi, antropologi budaya, psikologi sosial, sejarah, geografi, ekonomi, ilmu politik, dan sebagainya.
9. Taneo (2009:1.8) yang menjelaskan bahwa Ilmu Pengetahuan Sosial merupakan hasil perpaduan dari sejumlah mata pelajaran seperti geografi, ekonomi, sejarah, antropologi, dan politik. Mata pelajaran tersebut mempunyai ciri-ciri yang sama, oleh karena itu dipadukan menjadi satu bidang studi yaitu Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS).
10. Depdiknas dalam ”Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 22, 23, dan 24 Tahun 2006” (2008:162) disebutkan bahwa Ilmu Pengetahuan Sosial merupakan salah satu mata pelajaran yang diberikan mulai dari SD/MI/SDLB sampai pada jenjang SMP/MTs/SMPLB. Ilmu Pengetahuan Sosial mengkaji seperangkat peristiwa, fakta, konsep, dan generalisasi yang berkaitan dengan isu sosial.
Langganan:
Komentar (Atom)



